Profil Hamba Tuhan

Pdt. DR. Johanes Lilik Susanto lahir di Semarang tanggal 25 Oktober 1967. Di SMA, Tuhan Yesus “secara paksa” memanggilnya untuk menjadi Pemberita Injil. Panggilan-Nya ini merubah spirit, kenyamanan dan arah hidupnya. Bahkan panggilan Tuhan telah mendorongnya untuk menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan dan melewati studi formal theologi di dalam dan luar negeri hingga jenjang doktoral (S.Th. thn. 1991 dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang; M.Th. in Systematic Theology thn. 2005 dari Calvin Theological Seminary, Grand Rapids, Michigan, USA; dan D.Th. in Practical Theology thn. 2007 dari University of South Africa di Pretoria, Afrika Selatan).

Beliau ditahbiskan thn 1996 sebagai Pemberita Injil dan Pendeta oleh melalui penumpangan tangan pendiri Sinode Gereja Reformed Injili Indonesia dan hamba-hamba Tuhan lainnya. Selama 13 tahun beliau melayani dlm Jemaat pusat sinode itu – diantaranya sbg gembala sidang, perintis jemaat, dosen theologi di STT Reformed Injili & di Institute Reformed, ketua Departemen Pemuridan Penginjilan, dsb. Sebelum itu beliau pernah melayani sebagai penginjil di Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Gloria Patri selama hampir 3 tahun.

Pembentukan Tuhan pada diri hamba-Nya telah menyalakan api penginjilan dengan manifestasi kuasa Roh dan memadukannya dengan kekuatan pengajaran Firman yang hidup. Saat menjalani panggilan-Nya, Tuhan Yesus menjumpai hamba-Nya melalui penyataan-penyataan mimpi, memanggilnya lebih jauh secara spesifik untuk menjadi Pendoa yang diurapi (1998), menjadi Pelayan Mujizat dan Kesembuhan Ilahi (2005), serta menjadi Pengajar Alkitab (2009). Karena itulah Tuhan Yesus secara ajaib telah meneguhkan pelayanan Injil hamba-Nya dengan kedahsyatan kesembuhan-kesembuhan Ilahi, mujizatmujizat kreatif, dan pembebasan dari setan/ roh-roh jahat. Bahkan melalui penyataan mimpi, Tuhan Yesus memberi mandat yang Tuhan sebut “Gereja Tanpa Nama” (2005) untuk diwujudkan hamba-Nya menjelang kedatangan-Nya yg kedua kalinya.

Tulisan formal akademiknya mengungkapkan beban penginjilan dengan api-kuasa Allah serta beban theologis sistematis-praktis yang Tuhan tanam dalam hatinya: (1) Skripsi soteriologi M.A., “Korban Pendamaian: Satu Karya Utuh Penyelamatan Orang-orang oleh Allah di dalam Kristus” (Atonement: A Whole Work of Salvation for Sinners by God in Christ); (2) Thesis M.Th., “Jonathan Edwards and the Heidelberg Catechism: A Comparative Study on Conversion”; (3) Dissertasi D.Th. (bisa dibaca umum di internet), “A Practical Theological Evaluation of the Divine Healing Ministries of Smith Wigglesworth and John G. Lake: A Continuationist Reformed Perspective.”

Sekarang Pdt. DR. Johanes Lilik Susanto aktif menggembalakan jemaat Cross Harvest yg ia dirikan (sejak 2007), mengadakan KKR massal Penginjilan dan Kesembuhan Ilahi di kota-kota dan desa-desa di Indonesia, dan menjadi Ketua Umum Sinode Gereja Pelayanan Kristen (CMC – 2014-2017) demi Injil Kerajaan Allah, Kesatuan Tubuh Kristus “Gereja Tanpa Nama,” kebangunan rohani, serta penyataan mujizat dan kuasa Allah. Hamba-Nya percaya bahwa setiap orang percaya harus tinggal dalam hadirat dan penyertaan Allah; harus dipenuhi dan tenggelam dalam Firman (pengajaran yg hidup), Roh Kudus (penyembahan) dan Darah Yesus (manifestasi kesembuhan & pelepasan); dan harus menjalankan misi Amanat Agung Kristus. Tuhan Yesus terbukti setia dalam mengutus hambaNya. Dalam menjawab panggilan Tuhan, beliau menikahi Ev. Ir. Ayny Hastuti, S.Th., untuk menjadi penolong hidupnya dan dikaruniai tiga orang anak (Michael, Elizabeth & Elishema). Haleluya!

Share: