Menghormati Hadirat Tuhan

Menghormati Hadirat Tuhan (1 Sam 3:1-21)
Pdt.Johanes Lilik Susanto

Hana, mamanya Samuel, adalah orang tua yang sangat berdoa. Hana berdoa minta anak sampai dikira mabok anggur oleh imam Eli. Hannah berjanji anaknya akan diserahkan pada Tuhan menjadi pelayan di rumah Tuhan. Waktu Samuel kecil dibawa ke bait suci, imam Eli tidak suka dan merasa terganggu tetapi tidak bisa menolak.

Samuel tidak diberikan kamar tidur, sehingga dia tidur di sembarang tempat. Tanpa disadari dia memilih tidur di ruang maha kudus tempat tabut perjanjian disimpan (ayat 3). Samuel tidur di ruangan yang ada hadirat Tuhan. Meskipun Samuel belum mengenal Tuhan, tetapi hadirat Tuhan ada dan Tuhan tetap berbicara dalam haridatNya karena Tuhan mau memakai Samuel sebagai nabi.

Iman Eli adalah orang tua sangat memanjakan kedua anaknya, Hofni dan Pinehas. Kedua anaknya bertumbuh menjadi orang sangat tidak menghormati hadirat Tuhan dan imam Eli tidak berani menegor mereka. Dia lebih takut pada anaknya daripada takut pada Tuhan. Maka Tuhan memberikan peringatan-peringatan kepada imam Eli melalui nabi-nabiNya. Namun imam Eli tidak mau bertobat, itu sebabnya firman Tuhan menjadi jarang (ayat 1) karena Tuhan tidak mau memakai mereka lagi. Dan Allah menyatakan firman penghakimanNya melalui Samuel kecil (ayat 11-14).

Samuel dididik sangat keras oleh imam Eli, namum demikian Samuel bertumbuh menjadi orang yang berhasil dan sangat menghormati hadirat Tuhan. Sebaliknya Hofni & Pinehas sangat dimanjakan oleh imam Eli dan mereka bertumbuh menjadi orang yang menghujat hadirat Allah.

Karena itu kita harus menghormati hadirat Tuhan dan harus mendidik anak kita untuk menghormati hadirat Tuhan, misalnya jangan biarkan anak berlair-lari, menjerit-jerit dihadirat Tuhan. Firman Tuhan tentang mendidik anak adalah:

  • Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya. (Amsal 19:18)
  • Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati. (Amsal 23:13&14)
  • Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. (Amsal 29:15)
  • Barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. (Matius 10:37)

Ada beberapa unsur yang penting tentang hadirat Tuhan:

  1. Kita harus menghormati hadirat Tuhan. Meskipun hadirat Tuhan tidak selalu kita rasakan, tidak bisa kita lihat, tidak bisa kita dengar tetapi hadirat Tuhan ada disitu.
  2. Seberapa kita haus dan lapar akan hadirat Tuhan, maka sebesar itu Tuhan memanifestasikan hadiratNya. Oleh sebab itu harapkanlah hadirat Tuhan yang luar biasa
  3. Seberapa kita punya iman akan hadiratNya dan apa saja yang bisa terjadi dalam hadiratNya, maka hal itu akan diberikan pada kita. Manifestasi hadirat Tuhan bisa mematikan orang, contohnya kedua anak Harun. Hadirat Tuhan juga bisa menyembuhkan, juga bisa mengangkat dan membawa orang terbang seperti Stefanus dan Tuhan Yesus. Oleh sebab itu perluaslah iman kita akan hadiratNya.
  4. Dalam PB ada korban Kristus, sehingga Tuhan lebih memperbesar kesabaran dan toleransiNya daripada di PL. Kalau kita tidak menghormati hadirat Tuhan misalnya chatting saat ibadah, maka hadirat Tuhan akan meninggalkan kita. Kalau kita keterlaluan sekali, maka Tuhan akan menghukum kita seperti Tuhan menghukum keluarga imam Eli.
Share: