Mengalami Hadirat Tuhan yang Supranatural

“Mengalami Hadirat Tuhan yang Supranatural” (Matius 17:1-9)
Ev.Ayny

Penglaman ini yang dialami Petrus, Yakobus dan Yohanes adalah pengalaman supranatural yang sangat langka yang tidak bisa masuk akal dan pikiran kita. Pertanyaannya apakah pengalaman ini juga bisa kita alami? Ayo kita membuka diri pada pengalaman yang tidak bisa masuk akal dan pikiran kita, tetapi sesuai Firman Tuhan.

Di ayat 1, Tuhan Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes seperti orang tua membawa anak-anak, lalu memimpin mereka keatas gunung dengan satu tujuan ketika di atas, mereka mengalami hadirat Tuhan yang supranatural.

Seperti Petrus, Yakobus dan Yohanes, Tuhan Yesus juga mau membawa kita dan memimpin kita ke atas gunung untuk mengalami hadirat Tuhan yang supranatural. Kita harus datang pada Tuhan dengan membawa korban anak Domba yang membuat kita bisa menikmati hadirat Tuhan.

Di ayat 2, Cahaya kemuliaan Tuhan Yesus sangat kuat sehingga menembus pakainNya sehingga menjadi putih bersinar seperti terang.

Pertemuan kita dengan hadirat Tuhan akan menghasilkan:

  1. Memberi kita kebahagiaan
  2. Mentranformasi jati diri kita
  3. Mendengar Firman Tuhan
  4. Turun melayani

(1) Memberi kita kebahagiaan
Di ayat 4, ketika kita mengalami hadirat Tuhan yang supranatural, kita juga akan merasakan seperti yang Petrus rasakan “Tuhan, betapa bahagianya (kalos) kami berada di tempat ini.” Kalos artinya beautiful, good, valuable or virtuous.
Ada tiga respon orang Kristen pada hadirat Tuhan

  1. Orang Kristen yang tidak peduli dengan hadirat Tuhan. Yang penting KTP saya Kristen.
  2. Orang Kristen yang hanya mencari hadirat Tuhan ketika mengalami kesulitan hidup agar ditolong Tuhan.
  3. Orang Kristen yang mengejar hadirat Tuhan. Mari kita mengejar hadirat Tuhan agar kita juga bisa mengalami kebahagiaan yang seperti Petrus

(2) Mentransformasi jati diri kita
Tuhan hadir tidak selesai untuk kita hanya merasa bahagia. Hadirat Tuhan selain memberi kebahagian tetapi juga untuk merubah kita, memulihkan hati kita dan identitas diri kita, kesulitan kita, kekecewaan kita dan dosa kita. Kata “berubah / transfigured” diayat 2 yang dipakai adalah metamorphosis.

Pertemuan kita dengan Tuhan yang supranatural juga akan mentransformasi (metamorphosis) hidup kita secara supranatural juga, sehingga kita bisa menavigasi perasaan kita ketika kita dikiritik, mengalami kehilangan, kekecewaan dan penghianatan.

Kejar hadirat Tuhan yang supranatural dan ijinkan hadirat Tuhan merubah kita secara supranatural. Apa yang perlu Tuhan buang dari kelemahan dan sifat kita?

(3) Mendengar Firman Tuhan
Di ayat 5, waktu kita mengalami hadirat Tuhan, Allah Bapa akan berkata-kata pada kita “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Dihadirat Tuhan kita harus menghormati dan mengasihi Kristus yang hadir ditengah-tengah kita dan mendengarkan Firman Tuhan. Ketika Tuhan berbicara pada kita, kita harus mendengarkan dan jangan pasif.

(4) Turun Melayani
Pengalaman hadirat Tuhan yang supranatural selain memberi kebahagian dan mentransformasi, Tuhan Yesus tidak mau murid-murid mendirikan kemah (ayat 4) dan diam diatas gunung, tetapi Tuhan membawa murid-murid turun gunung untuk melayani dan menyembuhkan orang. Di ayat 14, judulnya “Yesus menyembuhkan seorang muda yang sakit ayan”.

Tuhan punya pola, misalnya “Carilah dahulu kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan”. Pola Tuhan adalah ketika kita sudah mengalami hadirat Tuhan, Tuhan tidak mau kita hanya diam mendirikan kemah dan menikmati hadiratNya, tetapi Tuhan mau kita turun melayani yang terhilang, memberkati orang, menyembuhkan yang sakit dan memulihkan yang terluka.

Share: