Menderita sebagai Orang Kristen

Menderita sebagai Orang Kristen (1 Petrus 4:12-19)
Pdt.Johanes Lilik Susanto

Bagian ini penting buat kita yang hidup menghadapi hari-hari terakhir yang menantikan kedatangan Yesus. Surat Petrus ini ditulis ketika jemaat dianiaya, dikejar untuk disiksa & dipenjara, sehingga jemaat tersebar kemana-mana.

“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.” (1 Petrus 4:12 & 13)

Di ayat 12, kita bisa membayangkan betapa sakitnya ketika kita kena nyala api siksaan, tapi kita diminta jangan heran tapi sebaliknya di ayat 13 kita diminta bersukacita. Padahal ketika kita menghadapi siksaan dan dikejar-kejar, normalnya kita ketakutan dan tidak bisa bersukacita.

Pertanyaan 1: Mengapa kita tidak bisa bersukacita ketika menghadapi siksaan?

Sebab “saya’ masih hidup itu yang menyebabkan saya takut & kuatir. Kalau “saya” sudah mati dan yang hidup itu Kristus, maka kita baru bisa bersukacita ketika menghadapi siksaan. Selama “saya” masih hidup, kita tidak bisa melakukan pekerjaan yang besar.

Di Filipi 3:10, rasul Paulus menulis tujuan kita mengalami siksaan adalah bersekutu dalam penderitaan Kristus untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. “Yang kukehendaki ialah …persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (Filipi 3:10)

Paulus ingin mati bersama Yesus agar dia bisa bangkit bersama Yesus, “supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:11). Kalau kita mau mati bersama Yesus, kita harus menderita buat Yesus dulu.

Kalau Yesus saat ini hadir didepan kita, membuka kedua tangannya yang ada lubang paku dan bertanya “Siapa yang mau menderita bagiKu”, apakah saudara maju kedepan?

Pertanyaan 2: Kenapa ada orang Kristen yang “hampir-hampir tidak diselamatkan”?

Di 1 Petrus 4:18 tertulis “jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan”, ketika surat ini ditulis, banyak orang Kristen mati ditangan kaisar Nero, sehingga banyak orang Kristen yang murtad. Demikian juga menjelang kedatangan Kristus kedua kalinya juga banyak orang Kristen, banyak pendeta yang murtad.

Di 1 Petrus 1:5, ada satu janji pemeliharaan dalam kekuatan Allah bagi orang yang punya iman. “Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu…” (1 Petrus 1:5)

Iman kita harus bersatu dalam Yesus dalam penderitaanNya, bersatu dalam Yesus dalam kematianNya, maka kita akan bersatu dalam Yesus dalam kebangkitanNya. Kalau kita tidak punya iman dalam Kristus, betapa miskinnya kita.

Yang berkuasa menjaga kita hanya Tuhan. “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.” (Yudas 1:24)

Kita harus melekat pada Yesus & setia sampai mati, maka Tuhan akan mengaruniakan kita mahkota kehidupan. Di dunia ini, kita hanya menderita seketika.

Dan yang bisa menjaga kita adalah Tuhan Yesus sendiri, bukan manusia, sesuai janji Tuhan Yesus “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.” (Yohanes 10:28&29)

Share: