The Inner Prayer

The Inner Prayer (Doa yang ke dalam) Wahyu 3:14-22
Pdt.Johanes Lilik Susanto

Ada 2 perkara yang Tuhan ingin kita sebagai orang Kristen (jemaat Laodikia) harus alami:
Berguna & menjadi berkat bagi orang lain.
Memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan.

(1) Berguna & menjadi berkat bagi orang lain.
Tuhan menegor jemaat Laodikia yang tidak dingin & tidak panas, yang artinya berguna, tidak menyegarkan (dingin) ataupun tidak menyembuhkan (panas) orang.

Pikiran kita terbalik, kita maunya hidup kita terbebas dari persoalan dulu baru menjadi berkat bagi orang lain. Tapi dimata Tuhan yang penting menjadi berkat dulu bagi orang lain. Yang penting bukan hidup tanpa persoalan, tetapi meskipun ada persoalan kita tetap menjadi berkat bagi orang lain.

Di Wahyu 3:17, sebagai orang Kristen, kita pikir kita kaya dan tidak kekurangan apa-apa, tapi kalau kita menjadi berkat buat orang lain, di mata Tuhan kita sebenarnya melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang.
Bagaimana caranya agar kita tidak melarat dan malang, miskin, buta dan telanjang? Kita harus datang dengan hati yang haus & lapar akan Tuhan, untuk membeli:
Emas yang telah dimurnikan agar kaya rohani (Iman yang murni).
Pakaian putih agar tidak telanjang rohani (perbuatan yang benar)
Minyak untuk melumas mata agar tidak buta rohani (urapan Roh Kudus)

(2) Memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan.
Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Lukisan Tuhan Yesus mengetuk pintu hati yang tidak ada handle di luar, jadi pintunya hanya bisa dibuka dari dalam.

Dimanakah Tuhan Yesus ditengah-tengah orang Kristen (Jemaat Laodikia)? Yesus ada diluar diri kita. Kita ini sebenarnya milik siapa? Sudah dibeli oleh siapa? Mengapa Tuhan Yesus harus keluar dari diri kita yang sebenarnya sudah dibeli & milik Dia? Karena Tuhan Yesus tidak suka & tidak mau memaksa kita. Hati kita harus tergerak dari dalam dan rela untuk melakkukan kehendakNya.

Selama diluar, Tuhan Yesus menunggu dengan penuh kerinduan, mengetok dan memanggil nama kita. Dan dibelakang Yesus ada banyak malaikat membawa makanan. Kita punya telinga rohani bisa mendengar suara Tuhan.

Mengapa telinga rohani kita tidak bisa mendengar suara Tuhan Yesus yang memanggil kita?
Karena pikiran kita terlalu sibuk untuk urusan dunia, tidak bisa lepas dari HP, suara dunia terlalu menguasai kita, hati kita melekat dengan dunia, uang dan segala urusannya.

Jika kita membuka pintu hati, maka Tuhan Yesus akan masuk, membawa banyak makanan rohani dan makan bersama-sama, ngobrol yang informal, menikmati persekutuan yang intim dengan kita. Makanan yang Yesus berikan untuk kita nikmati agar kita sehat dan hidup.

Mengapa hidup kita lemah dan sakit? Selama ini tubuh dan jiwa kita sering sakit-sakitan. Mengapa? Karena tidak makan dengan Yesus dan menikmati persekutuan dengan Dia. Tuhan Yesus ingin kita dari hati ke hati berkomunikasi dan bersekutu dengan Dia, mengenal dia lebih intim. Dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan, menikmati hidangan yang Tuhan berikan, malaikat-malaikat baru melayani kita.

Kalau kita ingin berjumpa dengan Tuhan, kita harus cari atau melihat keluar atau kedalam? Kita harus melihat ke dalam dulu baru melihat ke atas. Waktu kita melihat kedalam dan menjumpai Roh Kudus yang diam didalam kita dan mengasihi kita, maka kita bisa melihat pemandangan ke atas.

Inner Prayer itu artinya menjumpai Roh Kudus yang ada didalam kita dan sudah bersekutu dengan kita, dan dengan itu kita masuk ke dalam hadirat Tuhan yang ada didalam hati kita.

Tujuan Inner Prayer adalah memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan Yesus. Bapak gereja Agustinus menyebut Roh Kudus sebagai “Teacher Within”

Kunci Inner Prayer adalah:
Kita harus punya kerinduan dan kasih yang mendalam lebih dari segala-galanya. Karena tanpa kerinduan dan kasih kepada Allah, Inner Prayer tidak bisa berjalan dengan baik, selalu terganggu. Kerinduan dan kasih yang seperti di Mazmur 42:2-4: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam.
Kita harus masuk kamar, kunci pintu dari dunia, masuk ke dalam hati kita, tempat rahasia kita untuk bertemu Tuhan.
Kita masuk ke dalam hadirat Tuhan dengan masuk ke dalam hati menjumpai Roh Kudus yang sudah lama merindukan dan menanti kita.
Setelah kita masuk didalam hadirat Tuhan yang kudus, maka pertama-tama kita sadar akan dosa-dosa kita dan kemudian kita mengakui semua dosa-dosa kita.
Lalu kita bersyukur, menyambut Roh Kudus & menyembah Roh Kudus.
Yang paling penting dalam Inner Prayer: kita diam, merasakan & menikmati persekutuan yang mendalam dengan Roh Kudus. Saat ini kata-kata tidak penting, bahkan bahasa roh juga tidak diperlukan. Kita diam dan mengikuti aliran Roh Kudus. Kasih kita pada Roh Kudus yang beroperasi, dan kita juga merasakan kasihNya Roh Kudus. Saat ini tidak boleh terburu-buru, dan relasi kasih kita jangan putus.
Roh Kudus baru berkomunikasi dengan kita secara internal dalam ketenangan (soliloquy) dan kita mengikuti Dia dari belakang. Tiba-tiba Roh Kudus akan memberi kita penglihatan atau tiba-tiba mengingatkan kita untuk mendoakan orang atau hal-hal tertentu. Pada saat ini kita harus melakukan sesuai arahan Roh Kudus dalam hadiratNya.

Share: