Bobot Kita Sebagai Pelayan Injil

Bobot Kita Sebagai Pelayan Injil Efesus 3:1-13
Pdt.Johanes Lilik Susanto

Efesus 3:7 (YLT): “of which I became a ministrant, according to the gift of the grace of God that was given to me, according to the working of His power”

Dari Efesus 3:7, bobot kita sebagai seorang pelayan Injil sangat ditentukan oleh 2 unsur ini, yaitu:
I. Menurut pemberian kasih karunia Allah (according to the gift of the grace of God)
II. Menurut pengerjaan kuasa-Nya (according to the working of His power)

Orang Injili sangat menekankan kasih karunia Allah, sedangkan orang Kharismatik sangat menekankan pengerjaan kuasa-Nya. Kita tidak boleh kehilangan keseimbangan, harus menekankan kedua unsur ini.

I. Menurut Pemberian Kasih Karunia Allah
Roma 5:17 ada kata “kelimpahan kasih karunia”. Kelimpahan kasih karunia Allah didalam kita ditentukan oleh:
Seberapa besar kita merasa diampuni dosanya & dibenarkan.
Seberapa dalam kita mengenal Firman.
Karakter kita yang murni & tulus
Kerja keras kita
Ketrampilan kita

(1) Pengampunan dosa & pembenaran
Sebenarnya bobot kasih karunia Kristus sama untuk setiap orang, namun semakin seseorang merasa dikasihani Allah, diampuni dosanya dan dibenarkan hidupnya oleh Kristus, semakin orang tersebut merasakan kelimpahan kasih karunia.
Lukas 7:36-48: Kisah perempuan berdosa – mungkin pelacur besar – membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kakiNya dan meminyakinya dengan minyak wangi. Kata Yesus di ayat 47: “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
Efesus 3:8: Rasul Paulus orang yang dulu menganiaya orang Kristen, melihat dirinya sebagai yang yang paling hina diantara segala orang kudus.

Kalau kita tidak suka menginjil, jangan-jangan kita merasa kita orang baik-baik saja sehingga kita tidak merasakan kelimpahan kasih karunia Allah.

(2) Pengenalan akan Firman
Kisah 18:27&28: “dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias
Kasih Karunia juga berkaitan dengan pengenalan kita akan Kristus

Kasih Karunia juga ditentukan oleh seberapa dalam pengenalan kita akan Kristus, seberapa dalam kita mengenal Kitab Suci. Orang yang baca Alkitab, dipahami pagi & malam lalu dilakukan akan merasakan kasih karunia

(3) Karakter yang murni & tulus
2 Kor 1:12: “hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah”.
Kualitas kita sebagai pelayan Injil ditentukan oleh seberapa besar kita bertumbuh didalam karakter yang tulus & murni, yaitu buah Roh Kudus.

(4) Kerja Keras
1 Kor 15:10 “Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”
Apapun yang dijumpai & percayakan pada Paulus, dikerjakan dia dengan sekuat tenaga.

(5) Ketrampilan
1 Kor 3:10-15: “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar.”

II. Menurut Pengerjaan KuasaNya
Kata asli pengerjaan adalah “energeia” yang artinya working, efficiency, dan kata asli kuasa adalah “dunamis” yang artinya miraculous power for enablement & performing impossibles. Sehingga pengerjaan kuasa adalah energia dari dunamis-nya Allah, yaitu karunia-karunia Roh yang supranatural.

Salah satu cara kita untuk melatih pengerjaan kuasa Allah adalah dengan berbahasa Roh. Semakin sering kita berdoa dalam bahasa Roh, semakin besar kuasa Allah bekerja di dalam diri kita & termanifestasi keluar.

Di Kisah 1:8, Tuhan Yesus berkata “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” dan di Kisah 2:8, Roh Kudus turun atas murid-murid dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa Roh.

Mana yang kita pilih, terkenal dimata manusia atau terkenal dimata iblis sebagai musuhnya? Terkenal dimata manusia bisa kaya raya. Orang yang terkenal dimata iblis pasti terkenal dimata Tuhan. Paulus itu terkenal dimata iblis.

Syarat kita agar terkenal dimata Tuhan adalah kedua unsur ini:
I. Mengalami kasih karunia Allah (according to the gift of the grace of God)
II. Mengalami pengerjaan kuasa-Nya (according to the working of His power)

Mendalami soal kuasa Allah itu sama beratnya mendalami soal Kasih Karunia Allah. Jika selama ini kita orang Injili dg background Injili, mari kita berangkat dari kasih karunia untuk mendalami soal pengerjaan Kuasa. Demikian juga jika selama ini kita orang Kharismatik, mari berangkat dari pengerjaan kuasa untuk mendalami soal kasih karunia & mengalaminya.

Mari kita kejar kedua unsur ini, sehingga jika darah kita diambil ada tulisan Injili & Kharismatik.

Jika kita kurang kuasa, berdoa & mintalah dengan keinginan kuat – kuasa dari Tuhan, jika kita kurang kasih karunia, berdoa & mintalah dengan keinginan kuat – kasih karunia Tuhan.

Share: